Pencurian

Maling Tinggalkan "Air Soft Gun"

Kompas.com - 09/06/2012, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sepucuk senjata api air soft gun yang sudah dimodifikasi, dengan magasinnya berisi 12 butir peluru gotri tembaga, ditemukan terkokang di tempat tidur HA, yang berdomisili di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (9/6/2012) sekitar pukul 00.45. Polisi menemukan senjata itu setelah menerima laporan gembok pagar rumah HA yang ditinggal pergi penghuninya dalam keadaan rusak.

Informasi awal mengungkapkan, pistol air soft gun itu model TPK/F Colt 4,5/177BB merek Walther dengan nomor 09H00090, dengan magasinnya yang berisi 12 peluru gotri tembaga. Pistol itu diduga milik komplotan pencuri yang masuk ke rumah HA.

Dugaan pencurian terjadi di rumah itu karena rumah sedang kosong, sedangkan petugas keamanan setempat melihat pintu pagar terbuka dan gembok kuncinya sudah dirusak. Selain itu, satu jendela juga terbuka dengan kuncinya rusak akibat dicongkel.

Saat polisi masuk untuk memeriksa rumah itu, ditemukan sepucuk pistol tersebut, yang dalam keadaan terkokang.

Polisi mengamankan pistol itu dengan membawanya ke kantor Polsek Tanah Abang. Polisi juga mengamankan tempat kejadian perkara dan melarang siapa pun masuk ke rumah.

Polisi belum menaksir besar kerugian penghuni atau pemilik rumah karena belum tahu barang-barang apa saja yang digondol komplotan maling tersebut. Untuk mengetahuinya, polisi masih menunggu penghuni rumah pulang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau